Jumat, 07 Desember 2012

PENGERTIAN JURNALISTIK



Apa Itu Jurnalistik?
Menurut Kris Budiman, jurnalistik (journalistiek, Belanda) bisa dibatasi secara singkat sebagai kegiatan penyiapan, penulisan, penyuntingan, dan penyampaian berita kepada khalayak melalui saluran media tertentu. Jurnalistik mencakup kegiatan dari peliputan sampai kepada penyebarannya kepada masyarakat. Sebelumnya, jurnalistik dalam pengertian sempit disebut juga dengan publikasi secara cetak. Dewasa ini pengertian tersebut tidak hanya sebatas melalui media cetak seperti surat kabar, majalah, dsb., namun meluas menjadi media elektronik seperti radio atau televisi. Berdasarkan media yang digunakan meliputi jurnalistik cetak (print journalism), elektronik (electronic journalism). Akhir-akhir ini juga telah berkembang jurnalistik secara tersambung (online journalism).
Jurnalistik atau jurnalisme, menurut Luwi Ishwara (2005), mempunyai ciri-ciri yang penting untuk kita perhatikan.
a.      Skeptis
Skeptis adalah sikap untuk selalu mempertanyakan segala sesuatu, meragukan apa yang diterima, dan mewaspadai segala kepastian agar tidak mudah tertipu. Inti dari skeptis adalah keraguan. Media janganlah puas dengan permukaan sebuah peristiwa serta enggan untuk mengingatkan kekurangan yang ada di dalam masyarakat. Wartawan haruslah terjun ke lapangan, berjuang, serta menggali hal-hal yang eksklusif.
b.      Bertindak (action)
Wartawan tidak menunggu sampai peristiwa itu muncul, tetapi ia akan mencari dan mengamati dengan ketajaman naluri seorang wartawan.


c.       Berubah
Perubahan merupakan hukum utama jurnalisme. Media bukan lagi sebagai penyalur informasi, tapi fasilitator, penyaring dan pemberi makna dari sebuah informasi.
d.      Seni dan Profesi
Wartawan melihat dengan mata yang segar pada setiap peristiwa untuk menangkap aspek-aspek yang unik.
e.       Peran Pers
Pers sebagai pelapor, bertindak sebagai mata dan telinga publik, melaporkan peristiwa-peristiwa di luar pengetahuan masyarakat dengan netral dan tanpa prasangka. Selain itu, pers juga harus berperan sebagai interpreter, wakil publik, peran jaga, dan pembuat kebijaksanaan serta advokasi.

Pengertian istilah jurnalistik dapat ditinjau dari tiga sudut pandang:harfiyah, konseptual, dan praktis.Secara harfiyah, jurnalistik ( journalistic ) artinya kewartawanan ataukepenulisan. Kata dasarnya “jurnal” (  journal ), artinya laporan ataucatatan, atau “jour” dalam bahasa Prancis yang berarti “hari” (day). Asal-muasalnya dari bahasa Yunani kuno, “du jour” yang berarti hari, yaknikejadian hari ini yang diberitakan dalam lembaran tercetak.
Secara konseptual, jurnalistik dapat dipahami dari tiga sudut pandang:sebagai proses, teknik, dan ilmu.
1.        Sebagai proses, jurnalistik adalah “aktivitas” mencari, mengolah,menulis, dan menyebarluaskan informasi kepada publik melalui mediamassa. Aktivitas ini dilakukan oleh wartawan (jurnalis).
2.        Sebagai teknik, jurnalistik adalah “keahlian” (expertise) atau“keterampilan” (skill) menulis karya jurnalistik (berita, artikel, feature) termasuk keahlian dalam pengumpulan bahan penulisan seperti peliputan peristiwa (reportase) dan wawancara.
3.        Sebagai ilmu, jurnalistik adalah “bidang kajian” mengenai pembuatandan penyebarluasan informasi (peristiwa, opini, pemikiran, ide) melaluimedia massa. Jurnalistik termasuk ilmu terapan (applied science) yangdinamis dan terus berkembang sesuai dengan perkembangan teknologiinformasi dan komunikasi dan dinamika masyarakat itu sendiri. Sebagailmu, jurnalistik termasuk dalam bidang kajian ilmu komunikasi, yakniilmu yang mengkaji proses penyampaian pesan, gagasan, pemikiran, atauinformasi kepada orang lain dengan maksud memberitahu,mempengaruhi, atau memberikan kejelasan.Secara praktis, jurnalistik adalah proses pembuatan informasi atau berita (news processing) dan penyebarluasannya melalui media massa. Dari pengertian kedua ini, kita dapat melihat adanya empat komponen dalamdunia jurnalistik: informasi, penyusunan informasi, penyebarluasaninformasi, dan media massa.

Reference :
Budiman, Kris. 2005. "Dasar-Dasar Jurnalistik: Makalah yang disampaikan dalam Pelatihan Jurnalistik -- Info Jawa 12-15 Desember 2005. Dalam www.infojawa.org.
Ishwara, Luwi. 2005. "Catatan-Catatan Jurnalisme Dasar". Jakarta: Penerbit Buku Kompas.
Putra, R. Masri Sareb. 2006. "Teknik Menulis Berita dan Feature". Jakarta: Indeks.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar